Kawasan Asia Tenggara sebenarnya mempunyai pembalap-pembalap bagus dikancah balap MotoGP tepatnya dikelas GP250 dan Moto2, seperti diThailand, Malaysia dan Indonesia. Pabrikan Honda
di Asia tenggara ada yang mensuport penuh pembalap-pembalapnya tersebut
dengan performa motor yang bagus dikancah balap kelas GP250 dan Moto2
seperti diThailand contohnya. Tetapi, ada juga pembalap dari Asia Tenggara
yang mempunyai skill balap cukup bagus namun sayang dia tidak didukung
penuh dengan performa motor yang bagus pula. Bahkan, yang lebih parah
lagi motor yang dia pakai adalah motor yang sudak tidak dikembangan lagi
oleh pabrikan yang bersangkutan. Akhirnya mengakibatkan pembalap
tersebut hanya mampu finish diurutan buncit pada saat itu. Siapakah
pembalap terebut?
Berikut 3 Pembalap MotoGP dari Asia Tenggara:
1. Rathapark Willairot (Thailand)
Rathapark Willairot merupakan pembalap berkebangsaan Thailand. Dia
memulai debutnya di GP250 tahun 2007 bersama Thai Honda PTT SAG Team dan
menggunakan motor Honda RS250RW Pengembangan Tahun 2007 oleh Honda Jepang. Dengan Nomor favorit 14 dimotornya, Willairot merupakan lulusan Race All Japan Championship
dan tak diragukan lagi dia mempunyai skill yang cukup bagus dari
pembalap-pembalap Asia Tenggara lainnya. Dalam perkembangan perubahan
regulasi dari GP250 ke Moto2 600cc, Honda Thailand
benar-benar bersungguh-sungguh untuk mendukung Willairot dan terbukti
dia tetap mengikuti race sejak GP250 ditahun 2007 sampai dikelas Moto2
ditahun 2011 sekarang. Willairot adalah pembalap yang cukup baik dan
tentunya pada saat itu dia didukung dengan motor Honda RS250RW
yang setidaknya masih cukup bagus di race GP250, terbukti saat race
GP250 dia sering menduduki peringkat 10 besar. Sekarang Willairot masih
tetap bersama Thai Honda PTT SAG Team dan didukung penuh oleh Honda Thailand dikancah balap Moto2.
2. Sahrol Yuzi (Malaysia)
Sahrol Yuzi adalah pembalap berkebangsaan Malaysia. Dia memulai debutnya bersama Team Yamaha Petronas Sprinta Malaysia ditahun 2002. Menggunakan motor Yamaha TZ250 yang pada saat itu masih dikembangkan oleh Yamaha Jepang.
3. Doni Tata Pradita (Indonesia)
Doni Tata memulai debutnya di GP125 namun hanya sebagai wildcard bersama Yamaha Pertamina Indonesia Racing Team (YPIRT). Kemudian dia mengikuti kejuaraan race All Japan Championship selama satu tahun. Pada tahun 2008 Yamaha Indonesia benar-benar mendukungnya untuk mengikuti Full Race di GP250 selama satu tahun dengan menggunakan Motor Yamaha
TZ250. Banyak yang mengakui bahwa sebenarnya skill balap Doni cukup
bagus diGP250 dan terbukti racing line-nya halus sekali setiap dia
keluar masuk tikungan. Namun, sayang Doni tidak mampu tampil maksimal
selama race satu tahun tersebut dikarenakan motor yang dia pakai
sebenarnya sudah tidak mengalami pengembangan lagi dan terakhir
dikembangkan oleh Yamaha Jepang pada tahun 2002.
Banyak yang mengatakan bahwa langkah pihak Yamaha Indonesia tersebut terlihat nekad dikarenakan Pihak Yamaha Indonesia
sepertinya tidak melihat dari aspek motor yang nantinya digunakan Doni
pada saat balap di GP250. Hasilnya dia selalu berada diposisi buncit
pada saat balapan berlangsung karena memang sebenarnya motornya tak
mampu mengimbangi motor-motor lawannya yang menggunakan Aprilia, KTM, Gilera, dan Honda. Berbeda dengan Sahrol Yuzi pada waktu itu, karena pada pahun 2002 Sahrol Yuzi menggunakan motor Yamaha TZ250 yang masih dikembangkan oleh Yamaha Jepang.
Read more: http://www.mesinbalap.com/read/news/2011/04/01/24/3-pembalap-motogp-dari-asia-tenggara/#ixzz2HvGfJNaK
Tidak ada komentar:
Posting Komentar